Rabu, 10 Juni 2015

Pernahkah, Kita merasakan?

Pernahkah kita merasakan?

kamu jelek kali kok?
kok kamu itu pun ngak bisa?


yakin, kamu punya cita2 tinggi gitu, mau jadi apa kamu?
dan masih banyak kamu, kamu, kamu, iya kamu...

kita kan manusia biasa juga ya, punya hati dan perasaan bro? sakitnya tu disni (nunjuk kepala, ehhh salah, nunjuk hati). setidaknya ya hati kecil kita bilang ni kawan nyebelin kali kok, udah nasihati kita didepan orang malah kita punya impian besar di jawab meragukan kemampuan kita pula. hehehe

Santai. kita ngak marah, tetapi sebbel gitue.
mungkin saja situasinya, benar juga apa yang kawan kita bilang cuman....


ini pesan untuk semua deh (aku, kamu, mereka, kalian) kalau mau kasih koment agak kurang baik gitu sebaiknya jangan didepan orang, jangan nyebelin juga ya kasih saran jangan membuat orang kecut apalagi masalah impiann, setidaknya kan bisa kita jawab:
" ow cita-cita kamu bagus kawan, jangan lupa belajar dan berdo'a ya. Insya Allah bisa"

kalau jawabanya kayak diatas, tentunya lebih keren dunk, kita jadi semangat kan?

Semoga kita semua bisa belajar lebih baik lagi dari segi memahami perasaan orang lain, sebelum memberikan pendapat dimana pun itu, tanya dulu dengan diri kita yukk<<<<<
ini betul ngak ya aku bilang, pantes ngak ya...:)
kalau sesuai keadaan ya ucapin aja jangan ditahan...ckckck
mungkin, masalah ini kelihatan kecil tetapi kalau situasinya ngak pas hmmm, rasa.a sakit juga sis...:)

ahaa, yuk belajar jadi MUSLIMAH JANGAN NYEBELIN.

setuju?
siap, bersedia, Lanjutkan!

Aku Makin Cantik Hari Ini

Tahukah engkau, aku makin cantik hari ini! Sungguh, aku makin cantik! Lebih cantik dari kemarin, dari kemarinnya lagi, dan dari kemarin-kemarinnya lagi. Coba lihat, dahiku tidak berkerut-kerut oleh pikiran dan kepedihan seperti beberapa hari yang lalu. Bibirku tidak mengerucut oleh kejengkelan dan kemarahan seperti kemarin. Mukaku tidak lagi tertekuk penuh beban dan beBeTean seperti waktu-waktu yang lewat.

Tubuhku tidak lagi lesu karena keputus asaan dan kehilangan harapan. 
Sungguh, aku makin cantik hari ini! Coba perhatikan, mataku bersinar-sinar oleh kegembiraan. Bibirku merekah lebar oleh senyum ketulusan. Pipiku merona merah oleh semangat pengharapan. Urat-urat wajahku santai memancarkan aura kepasrahan. Dan semuanya menjadikan wajahku berseri-seri. Sungguh, cantiknya aku hari ini! 

Sudah sepekan aku banyak tertawa, menari dan menyanyi, menikmati hidup ini dan tidak membiarkan permasalahan mempengaruhi suasana hati. Ah, cantiknya diriku karenaNya. Sudah sepekan aku berusaha banyak menyapa dan memaafkan semua saudara. Dan itu telah membuatku lebih cantik hari ini. Sudah seminggu aku berusaha lebih banyak berderma pada sesama. Kini aku merasakan cantik sebagai balasannya. Sudah seperempat bulan aku berusaha lebih mensyukuri setiap karunia Ilahi.
Dan kini kurasakan Allah menambahi nikmat itu dengan menjadikanku cantik sekali. 
Bahagianya aku karenaNya! Dan bahagia itu, kurasakan kian membuatku cantik saja. 
*** 

Ada kalanya kita membenci diri kita sendiri. Ada kalanya kita tidak menyukai apa yang kita lakukan. Ada kalanya kita melakukan kesalahan. Ada kalanya kita terpuruk dalam kepedihan. Ada kalanya kita tenggelam dalam kesedihan. Ada kalanya kita tak mengerti mengapa hidup berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Ada kalanya perjalanan menjadi demikian berat kita rasakan. Hingga sikap kita pun terbawa oleh perasaan.
Hingga kita mengambil langkah tanpa pertimbangan. Tindakan yang dilakukan pun merupakan reaksi spontan. Akibatnya yang tertinggal kemudian hanya penyesalan dan keterpurukan yang semakin dalam. Dan tahukah dikau? Semua itu akan menyebabkan penampilan dan tampang kita menjadi makin buruk saja. 
Maka berbahagialah ketika kita bisa melewati masa-masa seperti itu dengan elegan. Saat kita bisa menahan diri terhadapa sesuatu yang sangat kita inginkan. Saat kita bisa menghadapi segala permasalahan dengan tenang. 

Saat kita berhasil menaklukkan musibah dan hambatan penyebab kesedihan. Hidup tidaklah berjalan seperti yang kita inginkan, karena itu melewati saat-saat yang tidak meneyenangkan adalah sebuah hal yang membahagiakan. Misalnya, sesungguhnya aku adalah seorang yang sangat emosional. Adalah membahagiakan bagiku ketika dalam banyak hal akhir-akhir ini aku dapat meredam emosiku. 
Dan itu membuat aku merasa cantik sekali. Aku adalah seorang yang sangat ekspresif, sehingga perasaan apapun yang tersimpan di hati akan nampak dengan jelas pada bahasa tubuh. Maka sungguh membahagiakan ketika dalam banyak hal kemudian aku dapat menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya dan dapat tetap tampil stabil. 

Dan sungguh, aku merasa makin cantik karenanya. Adalah hal yang menyenangkan ketika aku tidak panik, padahal aslinya aku adalah seorang yang gampang panik. Maka sungguh menyenangkan, ketika aku dapat mengontrol semua emosi, pikiran dan perasaan sehingga berhasil mengatasi diri sendiri. Betapa membahagiakan tatkala kita berhasil mengalahkan diri sendiri. Ketika aku dapat melakukannya, maka ini adalah pencapaian terbesar dalam hidupku. 

Hingga kemudian kegagalan-kegalan yang telah kita lalui bukanlah sesuatu yang sia-sia. Selama kita tak kehilangan pelajaran dari kegagalan yang kita alami, semua itu akan menjadi bukti sejarah atas pembelajaran hidup. Rasulullah bersabda, sesungguhnya seorang muslim yang terbaik bukanlah yang tidak pernah berbuat kesalahan, namun mereka yang tiap kali melakukan kesalahan mengakuinya, menerimanya dan kemudian berusaha bangkit untuk memperbaikinya, lagi dan lagi. Tak perlu ada sakit hati, tak perlu ada kecewa karena sesungguhnya segala sesuatu bagi orang muslim adalah baik saja, selama dia bersyukur tiap mendapat nikmat dan sabar saat tertimpa musibah. 

Karena itu, dengan bangga kunyatakan, aku makin cantik hari ini. Apakah engkau juga? Hei, jangan lupa, ingatkan daku jika engkau melihatku lebih jelek esok hari! 
Sumber:
http://www.facebook.com/kawanimut2

                                                          

Selasa, 09 Juni 2015

Sekarang Aku Mahasiswa Ya?

Tidak terasa sudah hampir 2 tahun jadi mahasiswa rasanya baru saja tamat dari SMA ternyata umurpun sudah tidak lagi bisa disebut remaja. HEHE sok dewasa loe....ckckck iya iyalah kan sudah mahasiswa ceritanya....:)

 Melihat adek-adek daftar ulang masuk perguruan tinggi universitasku,  mereka yang lulus jalur undangan alias SNMPTN, rasanya baru saja merasakan daftar ulang juga, mulai dari tes kesehatan, tes narkoba, n lain2nya. Sumpah capek binggit waktu itupadahal itu baru awal permulaan jadi mahasiswa loe,gimana keluarnya nanti ya.hehe pasti ada jalan positif tinking aja lagi... mulai dari ikutan ngantri, siapin berkas ini-itu, hmm mamak Capek.(dasar cenggeng loe! ingat udah mahasiswa bung). Belum lagi cari kos-kosan cieee anak rantau nieee.  Menginggat cerita dulu senyum2 sekarang benaran lucu, jadul, n pernah juga loe nyasar(sedikit buka kartu) kan ceritanya anak kampung migrasi ke kota. hmmm tapi ngak kampungan kok. hhe
Lanjut ya, pas lagi daftar ulang pastinya kita jumpa kawan baru n dimulai adanya perkenalan dunk. minsalnyo, kayak nanyak nama, asal, fakultas, jurusan, mantan kamu brp (prntanyaan ngk banget) hoho. 
so, pokoknyanya sekarng cerita bukan lagi siswa deh udah naik titel or Maha + siswa = Mahasiswa. Berati kan semua harus berubah ya berubah jadi spiderman???? TIDAK! itu loe berubah dari sifat yang buruk jadi baik, lebih dewasa, lebih positif, n lebih taat, biar seimbang cerdas otaknya, cerdas juga spritualnya. gitue loe...:), MANTAB.

Betul2, kita pasti pada setujukan ngak ada manusia yang sempurna pasti ada aja salahnya n kebaikan itu juga butuh proses kok. yang penting harus ada niat Hijrah alias berubah ya sis...:) O iya, bagi kawan, adek2,yang udah lulus  selamat ya semoga cita2nya tercapai, n selamat para pencari ilmu. n semoga pilihan jurusannya sesuai hatinya,yakin n ikhlas menerimanya. So, buat yang ngak yakin n merasa salah pilih jurusan ingat aja bentar ya mikir kata-kata dulu...!@#$%^^& ( pernah mengalami juga loe). Tapi sekarang udah yakin koq ma pilihannya karena merasa ini yang terbaik, n semoga Allah meridhai.nya. Amin jadi ngak merasa salah jurusan lagi. :) 

O ya, gue lupa ni sis...:) 
Bentar ya pesannya apa ya....??????
o iya, ini dia cecerrreeeeeeng:

"Kualitas dari kehidupan seseorang itu tergantung pada komitmennya untuik berhasil, bidang apapun yang dia tempuh"

So, ngak usah khawatir yo Suskses, n berhasil itu ngak harus dengan ilmu yang sama kok, karena semua orang untuk mencapai bahagia punya banyak cara yang penting apapun itu niatnya karena Allah. Oke ....:)
intinya yakin n Pasti bisa....:)